Wednesday, January 20, 2010

Kisah si "PEUYEUM"



".......kenapa *peuyeum* buah tangan seorang `Insinyur` lebih bisa dihargai *orang* daripada buatan seorang pengangguran? pdhl hasilnya sama aja....."



Begitu teks yang ditulis swami di Plurk.
Hmm... tidak seperti biasa niy, kok swami bikin 'status' kek gitu yah....
Mungkin akan ada segelintir orang yang paham, karena lagi2 ini masalah apresiasi.

Tuesday, January 19, 2010

WARNA

Bicara tentang warna, baru tau klo ternyata warna-warna pilihanku mempunyai arti yang bagus :D Padahal ketika menentukan warna-warna tersebut sama sekali tidak mengacu pada arti warna alias totally blank. Dan juga emang ga berusaha nyari info tentang arti warna tadi. Jadi murni naluri semata yang mengambil keputusan mo pake warna IJO dan OREN.


Tentang warna IJO, memang sudah menjadi favorit ku sejak lima tahun terakhir ini. Kenapa? Ga tau deh! Rasanya kok suejuk ajah gitu. Mulai dekor rumah yang hampir semua berwarna IJO, tanpa kecuali termasuk TOILET *grin*. Pasti senang sekali setiap menemukan pernik-pernik dengan warna IJO. Apapun yang berwarna IJO pasti mampu menguras dompetku. Itu pasti!

Monday, January 11, 2010

NiQue si Keledai


Sabtu, malam minggu kemarin, suasana di i-cafe ramai sangat. Pelanggan keluar masuk terus bergantian. Dan sore itu, iparku datang berkunjung bersama anak2nya. Lalu kami terlibat obrolan panjang tentang 'sesuatu' yang tidak pantas jika didengar orang lain. Soalnya ngomongin orang lain hiks ...

Rasanya sudah panjang lebar itu cerita, dan terhenti sejenak ketika seorang klien bilang mau bayar. Transaksi selesai, dan seperti biasa, ucapan terima kasih dan 'datang lagi ya' selalu diberi bonus senyum manis. Yang membuatku terhenyak, untung engga pingsan, ketika si pelanggan menyahut dalam bahasa ibu-ku, bahasa KARO.

Mati dah!!! Tadi gw udah ngomong apa aja ya?!! Duh malunyaaa.....!!! Sungguh kecerobohan yang tak dapat dimaafkan. Ya, sulit memaafkan diri sendiri karena kejadian ini. :( :( :( :( Andai ku bisa memutar waktu .....

Padahal ya, duluuuuuuuuu banget, kejadian ini sudah 2x terjadi, itu sebabnya kejadian ini membuatku merasa tak lebih baik dari seekor keledai yang dungu, yang menurut hikayat saking bodohnya sampai terperosok di lubang yang sama lagi dan lagi.

Dulu, kejadian pertama itu di Jogja, di atas Metromini. Cuma waktu itu ngobrolin yang umum-umum aja, jadi ga ngerasa banged2 malunya. Yang kedua juga begitu, di atas sebuah mikrolet. Kali ini rada sepet, karena ngomongin supirnya, eh supirnya malah ngerti bahasa Karo. Wkwkwkwk.....

Semoga aja kejadian kemarin menjadi yang terakhir, semoga!

Wednesday, January 6, 2010

SEMANGAT

Capek? Iya!
Ga enak badan? Iya!
Tapi kok tetep bisa bangun pagi?
Kok tetep bisa beraktivitas?
Tetep bisa haha hihi?
Boongan ya rasa capek dan ga enak badannya?!

Entahlah, tapi yang jelas TIDAK ADA KEBOHONGAN.
Gimana ga CAPEK klo saat istirahat pun mendekati jam 2pagi.
Dan pagi sesuai teriakan alarm (bukan azan lho) pastinya bangun juga.
Eh, tidur jam 2pagi, apa bisa bangun pagi?
Bisa tuh! Bangun pagi dan langsung mandi, dan bersiap menjemput recehan hari itu.

Nah? Gimana dengan rasa capek dan ga enak badan itu?
Entahlah, tak begitu dirasa sepertinya. Terkalahkan oleh SEMANGAT menjemput rizki Allah hari itu.
Iya, SEMANGAT itu yang selalu membuatku mampu melewati hari-hari.
Iya, SEMANGAT itu yang membuatku lupa sama yang namanya ga enak badan, capek dan lain sebagainya.
SEMANGAT yang membara, SEMANGAT yang tak pernah padam, insya Allah, membuatku bergerak dari jam 6 pagi sampai jam 2pagi lagi. Dari menjadi operator dadakan, terima ketikan, sambil mengerjakan pembukuan, sambil mikirin menu makanan apa untuk hari ini, menyiapkan sarapan, dan semua itu dilakukan sambil menunggu swami bangun dan diantar ke pasar, kembali dari pasar langsung masak, terus dan terus ada saja yang terus dikerjakan. CAPEK? Pastilah! Aku 'kan bukan robot, jadi pasti ngerasa capek.

Tapi cukuplah SEMANGAT yang mengusir semua rasa itu. 'SEMANGAT' cukup ampuh mendampingi hari-hariku. Sampai hari ini. Bagaimana dengan ANDA?

Monday, January 4, 2010

Kena batunya

Kemarin, hari Minggu yang takkan pernah bisa terlupakan. Kenapa?
Sesungguhnya ini hal yang paling memalukan untuk diceritakan, tapi ku ingin mengawali 2010 ini dengan KEJUJURAN. Jujur pada diri sendiri bahwa aku tidak / belum cukup 'baik', sehingga masih harus belajar terus memperbaiki diri. Hal opo to???

Beginilah peristiwa yang terjadi kemarin. Sehari sebelumnya, dapat telpon dari seorang sahabat yang baru mudik dari negeri jauh. Ngajak janjian untuk ketemu, katanya siy mo mampir ke tempatku tapi ditunggu sampai sore, tak ada kabar beritanya. Kalau dia ga nelpon lagi keesokan harinya, aku juga lupa digilas kesibukan. Dan hari itu, kami janjian lagi untuk berjumpa besok di SenCi.

Tak lama kemudian, masuk sebuah sms ke esiaqu.

"Ini no R***i?" pengirim 0811-xxxx58

Biasanya aku abaikan saja jika tidak kenal nomor si pengirim. Tapi hari itu kok pengen mbales yah.

"Ini siapa?" singkat saja ku membalasnya.

"Ini istri Pak K****, kakaknya M**** dari Itali."

Gubraakkkkkkk.............!!! Mati dah gw ... nyautnya kaga sopan pula.

Buru-buru ku telpon nomor tersebut, dan ....


"Nuwun sewu bu, maaf banget, tadi saya tidak sopan, maaf karena tidak mengenali nomor ibu .... " Klo saja kulitku putih, pasti udah kayak kepiting rebus deh. Tapi yang jelas, keringat dingin langsung mendera. Tiba-tiba kena penyakit gagap.

"Hehehe ... apa kabar kamu? Sudah lama tidak keliatan?" ujar beliau dengan nada ringan, sehingga membuatku menjadi sedikit relaks.

"Ada bu, sibuk sama urusan sendiri. Ini ada apa ya bu?" ganti penasaran kok tumben dicariin sama ibu petinggi.

"Main dong ke Bogor ...."

"Waduh, malu ah bu, sungkan, udah lama ga sowan ... " tau diri banget ya aku.

"Gpp, datanglah ... "

"Umm ... boleh aja teman2 bu? Kami datang besok saja ya bu? Boleh?" Ku mencoba menawar.

"Hari ini aja, ibu tunggu ya, gpp ajak aja teman2nya yang lain."

"Iya deh bu, setelah ini saya telpon teman2 lain biar rame yang datang ke Bogor."

"Ok, sampai nanti!"

"Baik bu, terima kasih undangannya, sekali maaf yang tadi."

"Iya, assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Seketika kutarik nafas dalam-dalam. Rasanya tadi malam engga mimpi deh, tapi kok .... ?

Lain kali harus lebih berhati-hati menyahuti nomor tidak dikenal, agar kejadian hari ini tidak terulang lagi.



Saturday, January 2, 2010

'Menguji' Rejeki

Pagi ini, ada klien 'buangan' dari warnet sebelah :D Kenapa aku bilang 'buangan'? Itu karena pertama parkir mereka langsung menuju ke warnet sebelah KBS. Ya udah, berarti bukan rejeki KBS. Tidak sampai itungan menit, kedua pria tersebut mengarah ke KBS. Ops?!

"Pagi pak ...." senyum lebar

"Bu, bisa transfer data?" bapak yang berbadan yang subur langsung nanya tanpa tedeng aling-aling.

"Assalamu'alaikum ... " temannya seorang bapak juga pakai topi menyapa.

"Wa'alaikumsalam pak. data apa yang mau ditransfer?" ku menyahuti sekaligus menjawab pertanyaan bapak yang satu lagi.

"Ini bu, foto-foto di kamera ini, bisa dipindahin ga ke FD?" ujar si bapak yang pakai topi. Dari logatnya sepertinya beliau bukan dari Jakarta sini.

"Kita coba ya pak, bawa kabel datanya pak?"

"Ga ada bu."

"Hmm.... kita coba pakai kabel data sini dulu ya." Langsung kucoba, tapi kok tidak terbaca ya?

"Wah, ga kebaca niy pak, kita coba pakai card reader deh ya, bisa tolong dikeluarkan memory card nya pak?"

"Bisa bu, nih..... "

Dengan gaya sok profesional *padahal ini baru pertama kali pakai card reader wkwkwkwk* ku coba nge-pasin kartu kamera si bapak ke card reader. Hmm.... kok ga ada yang pas yah?

"Maaf pak, ga ada yang pas nih."

"Waduh, gimana ya bu, padahal saya mo edit foto2nya ....."

Terdiam sejenak, aku melirik ke etalase. O iya, kan itu ada card reader dagangan, coba ah, siapa tau bisa.

"Saya coba sekali lagi ya pak. tapi saya pakai card reader yang baru banget niy. Kalau rejeki bapak, insya Allah bisa."

"Iya bu, silahkan ...."

"Bismillah...." dalam hati sambil berdoa, semoga aja card readernya dibeli sekalian *LOL*

"Alhamdulillah .... bisa niy pak......."

Si bapak tersenyum senang, sambil ngeliatin foto-fotonya. Ini foto saya di beberapa kota bu, begitu katanya. Dugaanku sepenuhnay benar, si bapak rupanya memang sedang dalam perjalanan plesirnya, sehingga begitu kuatir ketika foto tidak bisa terbaca pertama kali tadi.  Dalam proses pemindahan foto ke FD, jadi ngobrol ngalor ngidul. Si bapak nanyain soal warnet sebelah, apakah kepemilikannya sama dengan KBS. Seputar hal itulah.

Begitu selesai proses transfer data, si bapak bilang, card readernya mau dibeli saja. Tentu saja  senang sekali.

"Card reader nya saya beli ya bu, berapa harganya?"


"Boleh pak, murah kok..." sambil menyebutkan sejumlah angka.

"ya udah, jadi ini transfer datanya berapa?"

"seikhlasnya bapak aja deh, soalnya ga tau juga mo bikin tarifnya."

"Wah, susah kalau begitu. klo ada tarifnya kan kita tinggal bayar bu."

"Ga berani juga saya pak, wong kerjanya gampang kok. Udahlah, itung2 promosi, nanti2 klo ada yang mo pakai jasa internet bisa ditunjuk ke sini ya pak."

"waduh ... berapa yah ... hmm ... ya udah deh, ini saya bayar card readernya aja yah, klo ada sisanya, itulah buat bayaran transfer tadi."

Begitupun boleh pak, yang penting sama2 ikhlas."

Setelah ku hitung, ternyata kelebihannya ada dua ribu perak. Alhamdulillah.

"Cukup ga bu?"

"Alhamdulillah, terima kasih ya pak."

Aku tertawa geli, ini adalah yang kedua kalinya aku 'menguji' rejeki. Pertama waktu itu menguji rejeki swami. Di saat repot2nya ada yang minta tolong mbenerin pc nya dan setelah itu kita minta bayaran seikhlasnya yang kemudian dibayar lima puluh ribu perak. Seru juga ternyata, kalau hal-hal seperti ini disikapi dengan cara lucu-lucuan. Bukan sesuatu yang dianggap serius.

Bagaimana dengan teman2, ada keinginan 'menguji' rejeki juga?
Coba deh, it's truly fun!

Friday, January 1, 2010

PULUT DURIN

Malam terakhir di 2009 sudah dilewati. Tak ada yang khusus, semua biasa saja. Kecuali 2 keponakan yang hadir di 'rumah', malam tahun baru kali ini dilewati tetap dengan agenda mengumpulkan recehan. Lagipula, untuk bepergian, rasanya males juga, sudah kebayang macet yang menggila seperti tahun2 sebelumnya.

Malam 31 Desember juga akan selalu menjadi malam yang khusus sejak 4tahun yang lalu, sejak si cantiq Egidia lahir. Tadi malam pun dia ada di sini, dan sempat protes kenapa tidak ada KEHEBOHAN menjelang hari ulang tahunnya. Karena keadaan pula yang membuatku lupa membeli kembang api dan trompet. Trompet siy masih mudah dicari, tapi kembang api? Hmm...Akhirnya Egi dan si abang diboyong aja ke lantai 2 dan menonton kembang api dari sana. Untungnya mereka tetap bisa menikmatinya.

Malam tahun baru, rencananya mau bikin barbeque, tapi kondisiku tidak memungkinkan untuk hunting ikan dan lain2nya. Masih untung ada tukang sate yang tetap berjualan, sehingga sate ayam pun menjadi menu spesial malam tadi. O iya, ada menu spesial lainnya ding, yaitu PULUT DURIN. Makanan ini khas dari Medan, khususnya orang Karo. Inipun dadakan juga masaknya.

Menjelang sore, sepupunya swami sms klo dia mangkal berjualan durian di depan Islamic Centre Kramat, Jakut. Dari situ jadi pengen bikin PULUT DURIN, sebenernya ini rencana akal-akalan agar aku tetap boleh nyicipin durian hehehe .... lagian, siapa suruh ngelarang aku makan durian. Dan karena niatnya dadakan, jadi mencari santan dan gulanya pun ndadak pula. Lagi-lagi masih untung ada tukang kelapa dan tukang beras ketan yang buka, padahal itu sudah menjelang maghrib. Yah, masih rejekilah namanya, iya 'kan?! :P



Sebetulnya niat bikin tulisan perdana di tahun 2010 udah sejak tadi, tapi karena keburu ngantuk, jadi maunya bubu bentaran, eh kok ya kebablasan. Gpp deh, lebih baek telat daripada engga sama sekali 'kan? Salah satu resolusi di 2010 adalah NGE-BLOG tiap hari, dan harus bisa KONSISTEN.

So, sampai besok lagi yah....